Tuesday, 21 March 2017
Melayang Kata di Hari Puisi
Hinggap sebentar di lenganmu tuan
Jas hitam ke abu-abuan
Teduh ruang temaram
Bunyi giris tersapu hujan
Tepi jengah tanda tanya
Saya-sayap tak gentar
Bias melayang temu cahaya
Kembali
Asa melambai-lambai.
21/3
Friday, 17 March 2017
Maaf Tak Terduga
Suatu malam, saat lagi sibuk dengan suatu acara di televisi, pikiranku melayang ke beberapa tahun silam. Entah karena rindu tiba-tiba saja teringat akan peristiwa di suatu pagi.
Pagi di bulan maret beberapa tahun lalu, aku yang lagi sibuk menyiapkan segala sesuatu keperluan untuk berangkat ke kota tempat aku kuliah, waktu itu lagi mudik ke kampung untuk mengurus suatu keperluan dan lain hal. Pagi berlalu seperti biasanya, sama seperti pagi-pagi lain tiap kali aku mau berangkat.
Tiba-tiba nenek keluar dari kamar dan duduk di depan kamarnya memanggil ku dan berkata "sudah mau berangkat ya?" Aku hanya mengangguk, dia melanjutkan "hati-hati, semoga selamat sampai tujuan dan sukses terus. Saya mau minta maaf atas semua kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak. Sekarang ini saya lagi kurang sehat, usia saya sudah lanjut dan tak pernah tau kapan ajal menjemput. sekali lagi saya minta maaf, mungkin kita tidak bisa lagi berjumpa." Ujarnya, sambil memelukku dan menyeka air matanya.
Aku melihat abang yang berdiri tak jauh dari kami seakan tak percaya mendengar ucapan itu. Aku yang bingung hanya berkata sambil memeluknya "iya, dimaafin. maafkan aku juga kalau banyak salah selama ini, aku doain nenek sehat selalu." Aku masih bingung dan tidak percaya. Lalu ku ceritakan kejadian tersebut pada ibuku, beliau kaget dan nampak ada makna tersirat di wajahnya yang tidak ku mengerti saat itu.
Dua minggu setelah kejadian itu, aku mendapat kabar bahwa beliau telah pergi. Pergi jauh, kembali kepada Sang Pecipta. Kaget. Sedih pasti. Dia yang bersahaja telah pamit pergi dan tak kan kembali.
Dalam perjalanan pulang akhirnya ku mengerti, firasat itu pertama datang saat dia memelukku dan mengucapkan kata maaf terakhirnya padaku. Hujan tak dapat dibendung lagi, pilu rasanya hati, kenangan dengannya satu persatu muncul kembali, cerita2nya terngiang lagi.
Seperti malam itu, pikiranku terbang kembali ke di suatu pagi, di suatu hari. Tidak. Mungkin terbawa jauh ke masa-masa disaat kami bersama-sama, bercerita.
Mungkin ku merindukannya.
Kukirimkan doa untuknya dan terimakasihku yang belum sempat ku ucapkan dulu. Terimakasih uda semua yang terbaik yang telah kau lakukan untuk ku, terimakasih untuk dongeng2 sebelum tidur dikala ku kecil dulu, terimakasih atas pengertian dan kasih sayang.
Terimakasih sudah merawat, menjaga, menghibur dan mengajari banyak hal. Terimakasih untuk tetap tegar.
Nenek doaku untuk mu selalu. Semoga kau berbahagia disana !!
Thursday, 16 March 2017
Memang Kenapa Bila Aku Perempuan
Angin kemana kan mengarah
Membangun jiwa yang haus cerita
Keinginan mengetahui dunia
Mengabaikan rasa cinta dalam jiwa
Semua berawal dari mimpi
Membangun jiwa yang haus cerita
Keinginan mengetahui dunia
Mengabaikan rasa cinta dalam jiwa
Semua berawal dari mimpi
Hanya kita yang bisa mewujudkan
Sampai dimana batasnya pengorbanan
Sedang pengabdian tak pernah terhenti
Aksara yang menari di atas awan
Cukup jelas menuliskan harapan
Memang kenapa bila aku perempuan
Aku tak mau jadi budak kebodohan
Cinta bicara halusnya perasaan
Hadir tanpa diundang dan dipaksakan
Memang kenapa bila aku perempuan
Aku tak mau jadi budak kebodohan
Biduk ilalang pun berlagu
Memberi restu pada harapanmu
Pandanganmu jauh luas membentang
Meyakini habis gelap pasti terang
Aksara yang menari di atas awan
Cukup jelas menuliskan harapan
Memang kenapa bila aku perempuan
Aku tak mau jadi budak kebodohan
Cinta bicara halusnya perasaan
Hadir tanpa diundang dan dipaksakan
Memang kenapa bila aku perempuan
Aku tak mau jadi budak kebodohan
Sedang pengabdian tak pernah terhenti
Aksara yang menari di atas awan
Cukup jelas menuliskan harapan
Memang kenapa bila aku perempuan
Aku tak mau jadi budak kebodohan
Cinta bicara halusnya perasaan
Hadir tanpa diundang dan dipaksakan
Memang kenapa bila aku perempuan
Aku tak mau jadi budak kebodohan
Biduk ilalang pun berlagu
Memberi restu pada harapanmu
Pandanganmu jauh luas membentang
Meyakini habis gelap pasti terang
Aksara yang menari di atas awan
Cukup jelas menuliskan harapan
Memang kenapa bila aku perempuan
Aku tak mau jadi budak kebodohan
Cinta bicara halusnya perasaan
Hadir tanpa diundang dan dipaksakan
Memang kenapa bila aku perempuan
Aku tak mau jadi budak kebodohan
🎶 Memang kenapa bila aku perempuan - Melly Goeslaw feat Gita Gutawa
Saturday, 17 December 2016
Cara Mengembalikan Data/File Jika Terkena Virus Shortcut di Flashdisk
Virus Shortcut yang muncul di Flashdisk atau media penyimpanan lainnya memang sering buat kesal, apalagi disaat perlu banget filenya eh virusnya nongol tanpa diundang. Shortcut ini muncul karena Flashdisk kamu terinfeksi oleh virus yang masuk dari media lainnya yang sudah terkontaminasi virus (mungkin dri komputer warnet, tempat renta bisa juga dari komputer sendiri atau dari flashdisk lain yang dimasukkan ke komputer/laptop).
ga terlalu sulit untuk menghilangkan virus ini (tergantung sejauh mana virus ini menyebar). Hanya saja, terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan scanning virus. Sekarang saya ingin membagikan tips cara menghilangkan virus shortcut di Flashdisk.
1. Cara Menghilangkan Virus Shortcut di Flashdisk
Tancap atau colokan Flashdisk ke komputer kemudian buka Flashdisk tersebut.
Klik "Organize" lalu klik "Folder and search options".
Aktifkan "Show hidden files, folders, and drives" lalu unchecklist pada "Hide protected operating system files (Recommended)". Jika muncul notice, Klik "Yes".
Nah, biasanya sampai sini folder yang disembunyikan oleh virus sudah kembali muncul. Hanya saja masih berstatus semi-hidden.
Untuk menormalkannya kembali, silahkan buka CMD (Command Prompt). Setelah terbuka, ketik lokasi dimana Flashdisk berada, misal: Drive H, berarti ketik H:
Selanjutnya, ketikan attrib -s -r -h /s /d di CMD, Kemudian tekan Enter.
Sekarang cek Flashdisk kamu, apakah semua folder sudah kembali normal lagi. Jika sudah, silahkan hapus folder yang menurut kamu aneh dan tidak jelas.
Cara di atas hanya berlaku untuk mengembalikan folder yang disembunyikan oleh virus shortcut dan menghilangkan virus shortcut secara sementara. Jika Flashdisk kembali dicolokan ke komputer yang terinfeksi virus shortcut, bisa jadi hal serupa akan terjadi lagi.
Cara paling ampuh untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan Antivirus. Kamu bisa melakukan Full Scan terhadap setiap Drive yang ada, termasuk Flashdisk.
2. Cara-cara lainnya yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
Klik kanan pada drive flashdisk anda, lalu pilih Properties
Bandingkan kapasitas Free Space dan Used Space, jika Used Space lebih besar daripada Free Space tetapi file yang ada dalam flashdisk tidak sebanyak itu maka berbangga hatilah karena kemungkinan besar ada file anda yang di hidden, tetapi jika sebaliknya atau bahkan flashdisk anda kosong berarti file anda hilang semua dan itu tidak bisa dikembalikan (kecuali menggunakan software file recover, tapi itu tidak menjanjikan karena belum dicoba).
Jika file anda masih ada atau di hidden oleh virus win32.VB.pod, maka lakukan langkah berikut ini :
Masuk ke Command Prompt dengan cara klik Start lalu pilih Run kemudian dalam kotak run isi dengan CMD kemudian enter.
Setelah jendela Command Prompt keluar maka selanjutnya anda tinggal ketikkan drive flashdisk anda diikuti dengan tanda : (titik dua), misalnya drive flashdisk anda E maka anda ketikkan E: lalu tekan enter, atau jika G maka G: dan seterusnya.
Kini anda berada di dalam drive flashdisk anda, kemudian anda ketik dir lalu tekan enter terus lihat hasilnya apakah sudah muncul atau belum file/folder yang anda cari?
Apabila file yang anda maksud belum ada, silahkan anda ketikkan dir/a atau dir /a kemudian tekan enter kembali lihatlah apakah file atau folder anda sekarang sudah terlihat?
Jika sudah terlihat maka langkah selanjutnya adalah ketiklah: attrib –s –h –r /s /d (ingat…!!! ketik persis seperti disamping jangan lupa spasinya juga) tunggu beberapa detik setelah muncul drive flashdisk pada jendela Command Prompt anda misalnya E:> maka proses pengembalian file atau folder telah selesai.
Terakhir masuk ke Windows Explorer lalu lihat isi flashdisk anda, maka file beserta folder dalam flashdisk anda sekarang telah kembali.
Thursday, 15 December 2016
How Far I'll Go - Alessia Cara (Ost. Moana Movie 2016)
Film animasi berjudul “Moana” ini merupakan film yang bercerita tentang
Moana Waialiki. Moana adalah seorang gadis
yang merupakan penggemar voyaging laut dan dia adalah satu-satunya anak
perempuan dari seorang kapten navigator garis panjang. Ketika keluarganya
membutuhkan bantuannya, Moana melakukan sebuah perjalanan.
Soundtrack nya easy listening.. Buat yang suka Soundtracknya, ni liriknya..
How Far I'll Go
I've been standing at the edge of the water
Long as I can remember
Never really knowing why
I wish I could be the perfect daughter
But I come back to the water
No matter how hard I try
Every turn I take
every trail I track
Every path I make
Every road leads back
To the place I know
Where I can not go
Though I long to be
See the line where the sky meets the sea?
It calls me
And no one knows
how far it goes
If the wind on my sail on the sea stays behind me
One day I'll know
if I go there's just no telling how far I'll go
Go....
Oh....
I know everybody on this island
Seems so happy on this island
Everything is by design
I know everybody on this island has a role on this island
So maybe I can roll with mine
I can lead with pride
I can make us strong
I'll be satisfied if I play along
But the voice inside sings a different song
What is wrong with me?
See the light as it shines on the sea?
It's blinding
But no one knows, how deep it goes
And it seems like it's calling out to me
So come find me
And let me know, what's beyond that line
Will I cross that line?
See the line where the sky meets the sea?
It calls me
And no one knows
How far it goes
If the wind on my sail in the sea stays behind me
One day I'll know, how far I'll go
Friday, 14 October 2016
Cerita | Lembah Bukhara
engga penting ni cerita beneran atau cuma dongeng, aku suka cerita nya.. ada pelajaran yang dapat dipetik.. dan ini ceritanyaaa...
-
-
-
Hamparan indah lembah
itu, dibentengi delapan gunung, dihiasi enam air terjun setinggi ratusan meter,
dibungkus selimut kabut putih sejauh mata memandang, hamparan lading subur,
rumah-rumah panggung dari kayu yang eksotis, lenguh suara burung dan hewan yang
hidup bebas, itulah lembah permai. Bahkan di sana angin tidak berhembus
lazimnya seperti di tempat-tempat lain. Cobalah duduk di salah satu beranda
rumah mereka, pejamkan mata, hanya soal waktu kalian akan tahu angin di lembah
itu bernyanyi, melantunkan kabar betapa sejahtera, makmur, dan adil seluruh
penghuninya. Itulah Lembah Bukhara yang tersembunyi dari peradaban manusia.
Itulah lembah paling indah di seluruh dunia.
Lembah Bukara tidak
dibangun dalam semalam. Lembah itu adalah bukti proses panjang, saling
menghargai manusia dan alam, pemahaman yang baik, penguasaan ilmu pengetahuan
serta kebijakan luhur manusia. Butuh seratus tahun agar Lembah Bukhara menjadi
indah.
Menurut cerit Ali Khan,
emir Lembah Bukhara, seratus tahun silam seluruh keindahan lembah binasa oleh
keserakahan penghuninya, para penambang emas. Meraka datang satu rombongan
disusul rombongan lain. Kabar ditemukannya emas di sepanjang sungai lembah
membuat hutan-hutan dibabat, permukiman baru bermunculan. Dalam sekejap, yang
tersisa hanya lubang tambang emas di mana-mana. Tidak puas melubangi lembanya,
penduduk mulai merangsek ke lereng delapan gunung, menggelontorkan berjuta-juta
ton pasir bebatuan ke lembah, terus mengeduk emas yang tersisa. Lereng gunung
sompal bagai kue yang dipangkas, berubah coklat dan gersang. Hanya dalam
hitungan tahun, seluruh hutan yang luasnya hampir sebesar kota kita berubah
menjadi padang pasir. Tandus, panas, tidak menyisakan apa pun selain kesedihan.
Kerusakan tidak
tertahan, bijih emas semakin sulit ditemuan, maka satu rombongan disusul
rombongan lain bergegas meninggalkan lembah terkutuk itu.
Tidak ada yang tersisa.
Habis, musnah, lantas apakah para penduduk menjadi kaya? Makmur? Ternyata
tidak, jauh bumi dengan langit. Kemilau emas hanya memberikan kesenangan
sesaat, hidup bergaya, lantas apa? Mereka segera miskin. Generasi berikutnya
malah hidup semakin susah. Untuk mencari seember air bersih mereka terpaksa
berjalan kaki belasan kilometer. Padang pasir tidak bisa ditanami. Tamat sudah lading-ladang
yang subur, hutan yang memberikan nafkah. Dan keributan muncul di mana-mana.
Penduduk merebut makanan. Hal-hal sepele memicu pertengkaran. Orang-orang
mencari jalan pintas, melakukan kejahatan, merendahkan harga diri. Lembah itu
berubah jadi permukiman tidak beradab. Sementara para pendatang sudah jauh
meninggalkan mereka. Entah sedang
merusak dimana lagi. Warga lembah harus menanggung keserakahan mereka
membiarkan pendatang menambang emas.
Seratus tahun silam,
adalah Alim Khan, kakek Ali Khan, emir Bukhara yang menjadi tetua lembah. Di
tangan Alim Khan-lah harapan tersisa. Pemimpin yang baru dua puluh tahun,
pulang dari menuntut ilmu di negeri seberang, harus mendapati lembah
kelahirannya hancur lebur. Tidak ada kata menyerah dalam kamus kehidupan Alim
Khan. Dia yakin, siapa yang terus berjuang mengubah nasib, maka alam semesta
akan mengirimkan bantuan, terlihat ataupun tidak terlihat.
Lembah Bukhara tidak
dibangun semalam, melainkan seratus tahun. Pada periode awal, penduduk bahkan
tidak menganggap Alim Khan sebagai emir,
hanya segelintir yang membantu. Alim Khan mengerti situasinya. Dia perlu bukti
nyata agar jalan keluar yang ditawarkannya bisa diterima. Alim Khan percaya,
kembali menjadi petani, menghormati alam, hidup sederhana justru akan
mengembalikan keindahan seluruh lembah. Dia menolak mentah-mentah bentuan dari
luar yang hendak menjadikan lembah itu tambang pasir bijih besi, menawarkan
harta benda bertumpuk. Alim Khan memblokade jalan-jalan agar tidak ada alat
berat dan truk pengangkut pasir masuk. Dia bersama segelintir penduduk lembah
meruntuhkan lereng gunung, memutus total akses keluar-masuk lembah, membuat
lembah itu tersembunyi dari peradaban kaum perusak.
Dan Alim Khan
menawarkan ilmu pengetahuan sebagai jalan keluar. Tebal lautan pasir yang
menutupi seluruh lembah tidak kurang dari tiga puluh meter. Setiap kali hujan
turun, semua air terserap masuk tanpa tersisa, tidak ada sayur, gandum, dan
tumbuhan lain yang bisa hidup. Alim Khan menyuruh mereka mengeduk pasir hingga
kedalaman satu meter, lantas membuat hamparan beton untuk menahan air merembes
ke dalam, menumpuk kembali pasir bersama tanah di atasnya, membuat sumur-sumur
dalam, mengairi tanah yang sudah dilapis beton, mulai menanam sayur mayor. Tiga
bulan, teknologi itu terbukti. Tanah lembah itu memang memiliki unsur hara
berlimpah. Lading sayur Alim Khan menghijau, daunnya rimbun, buahnya lebat dan
besar-besar, membuat pertikaian di lembah terhenti, takjub. Perlawanan sebagian
penduduk yang masih mendukung ide tambang bijih itu berakhir.
Emir mereka benar.
Mereka bisa menaklukkan padang pasir ini, mengubahnya kembali menjadi lembah
yang subur dan diberkahi. Penduduk lembah menyingkirkan perbedaan, menjulurkan
tangan, bahu-membahu memperbaiki lembah yang berarti juga memperbaiki hidup
mereka sendiri.
Sepuluh tahun berlalu,
tidak terhitung kebun penduduk menghampar, pohon-pohon ditanam kembali, sampah
beracun sisa tambang emas ditimbun dalam-dalam, sungai kembali mengalir bening,
dan kehidupan penduduk membaik. Alim Khan menjelaskan pemahaman hidup yang
seerhana, kerja kers, selalu pandai bersyukur, saling membantu.
Lima puluh tahun
berlalu, saat Alim Khan mengembuskan napas terakhir, generasi baru telah lahir
di Lembah Bukhara. Pohon-pohon mulai menghutan, hewan liar kembali, dan
pemahaman hidup yang baik mereka subur. Mereka memiliki teknologi menanam sayur
di uadara. Mereka bisa membuat kebun sayur dua tingkat, dengan sulut-sulut
bambu. Belum lagi berbagai penemuan jenis tumbuhan baru yang lebih baik, lebih
lebat buahnya, lebih tahan hama, dan lebih lezat rasanya.
Seratus tahun berlalu…,
mereka punya satu pohon apel di seluruh lembah, dan apel itu hanya berbuah
sepuluh tahun sekali. Mereka mengunyah apel itu tidak hanya membuat kenyang,
tapi memberikan sensasi tenteram dam pemahaman baik di hati. Mengunyah apel itu
tentu saja tidak membuat berumur panjang, tapi bisa melapangkan hati yang
sempit dan menjernihkan pikiran yang kotor. Itulah apel emas Lembah Bukhara.
By:
-
Tere-liye
(Ayahku (Bukan) Pembohong.
Wednesday, 12 October 2016
Sebuah Cerita Tentang Falsafah Kehidupan
Seorang
professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa
barang di depan mejanya. Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan
sepatah kata, dia mengambil
sebuah toples mayones kosong yang besar dan mulai mengisi dengan
bola-bola golf.
Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menyetujuinya.
Kemudian professor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf.
Kemudian dia bertanya pada para muridnya, Apakah toples itu sudah penuh? Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.
Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples...
Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh?
Para murid dengan suara bulat berkata, "Yaa!"
Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.
Para murid tertawa...
"Sekarang," kata profesor ketika suara tawa mereda, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu."
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."
"Pasir adalah hal-hal yang lainnya - hal-hal yg sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian"
"Jadi..."
"Berilah perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah, dan memperbaiki mobil atau perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf - Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir,urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kalau Kopi yg dituangkan tadi mewakili apa?"
Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat" :-)
Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menyetujuinya.
Kemudian professor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf.
Kemudian dia bertanya pada para muridnya, Apakah toples itu sudah penuh? Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.
Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples...
Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh?
Para murid dengan suara bulat berkata, "Yaa!"
Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.
Para murid tertawa...
"Sekarang," kata profesor ketika suara tawa mereda, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu."
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."
"Pasir adalah hal-hal yang lainnya - hal-hal yg sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian"
"Jadi..."
"Berilah perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah, dan memperbaiki mobil atau perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf - Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir,urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kalau Kopi yg dituangkan tadi mewakili apa?"
Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat" :-)
Subscribe to:
Posts (Atom)
